Postingan

Menampilkan postingan dengan label Inspirasi

Kisah Inspiratif—Perjamuan untuk Baginda Nabi

Gambar
Ketika itu, seorang perempuan mengadu pada Rasulullah saw. tentang perihal suaminya yang suka menjemput tamu ke rumah. Si istri sangat lelah menghidangkan makanan dan melayani tamu. Setelahnya, perempuan tadi pun pulang ke rumah tanpa menjawab sepatah katapun dari Rasulullah. Tidak berapa lama kemudian, Rasulullah memberitahu suami perempuan tadi bahwa dia akan ziarah ke rumahnya. Lalu suami tadi memberitahu istrinya, hari ini kita ada tamu istimewa yang akan datang. Istrinya bertanya, "Siapa tamu itu?" Maka dijawab olehnya, tamu itu adalah baginda Rasulullah. Istri tadi sangat gembira mendengar berita tersebut. Lalu dia pun menyediakan makanan yang lazat dan sedap untuk Rasulullah. Ketika Rasulullah hendak pulang, ia memberitahu suami tadi supaya memberitahu istrinya supaya melihat pintu rumahnya ketika ia mau keluar. Kemudian istrinya pun melihat ke pintu semasa Rasulullah keluar. Dilihatnya binatang-binatang seperti lipan, kalajengking dan segala yang memudaratkan ikut kel...

Kisah Inspiratif—Ketika Aisyah dengan Rasulullah

Gambar
Usai pernikahan dengan Aisyah ra., Rasulullah saw. menjalani kehidupan berumah tangga dengan penuh kasih sayang. Kehidupan mereka pun sangat sederhana. Rumah Rasulullah hanyalah kamar kecil yang berdinding pelepah kurma dengan atap dari anyaman daun kurma. Tempat tidurnya hanya berupa tikar, bahkan kadang kala tidak ada makanan yang bisa dimakan selama berhari-hari, kecuali air dan kurma. Aisyah pun berkata, "Kami sering mengalami hari-hari yang mana dapur Rasulullah saw. tidak berasap karena tidak ada makanan yang bisa dimasak." (HR. Bukhari & Muslim) Namun, kesederhanaan itu tidak mengurangi kebahagiaan mereka. Rasulullah, seorang suami yang penuh perhatian dan selalu membantu pekerjaan rumah tangga. Sebagai seorang wanita muda, Aisyah ra. memiliki sifat cemburu yang besar terhadap istri-istri Rasulullah yang lain. Pernah suatu ketika, Rasulullah saat itu berada di rumahnya. Seorang sahabat mengirimkan makanan yang dikirim dari salah satu istri beliau yang lain. Melihat...

Kisah Inspiratif—Jenazah

Gambar
Suara lirih terdengar di kegelapan. "Ini mimpi, kan? Aku merasa seperti melihat tubuhku sendiri. Orang-orang menangis sesenggukan. Aku dimandikan, dikafankan, disalatkan, lalu dimasukkan ke dalam kubur hidup-hidup. Tapi ini pasti cuma mimpi buruk!" Namun, ketika tanah mulai menutupi tubuhnya, dia ingin berteriak, "Hei! Aku masih di sini. Jangan tinggalkan aku!" Tapi, tiada satu pun yang mendengarkannya. Semua orang sudah pulang, meninggalkannya sendirian dalam gelapnya liang lahat. Lalu, tiba-tiba ruhnya dikembalikan. Ia kembali membuka mata. "Alhamdulillah, ternyata ini hanya mimpi buruk." Ia bersyukur, merasa dirinya telah bangun. Akan tetapi, ada sesuatu yang aneh. Tangannya meraba tubuhnya. "Kenapa aku hanya diselimuti kain? Bajuku mana? Selembar celanaku pun aku tidak memakainya?" Ia meraba sekeliling, hanya tanah dan batu. "Tempat apa ini? Kenapa bau tanah dan lumpur?" Saat iulah kesadaran menamparnya keras. "Ya Allah, ini bu...

Kisah Inspiratif—Berilah, Jangan Hina

Gambar
Dikisahkan ada seorang penjual selimut dengan kualitas terbaik. Selimut tersebut harga dan ketebalan yang diberikan bervariasi. Suatu hari ada seorang kakek tua renta dengan kondisi baju lusuh. Jika dilihat secara menyeluruh, kakek tua tersebut ternyata adalah orang tidak berpunya. Meski begitu, ia tetap memberanikan diri untuk membeli sebuah selimut. Ketika kakek tua tersebut berada di dalam toko, kebanyakan para pengunjung melihatnya dengan sinis dan tentunya penuh akan rasa tidak suka. Siapa sangka pemilik toko melayani kakek tua tersebut dengan sopan. Ia perhatian layaknya pengunjung lainnya. Kakek tua mengutarakan maksud kedatangannya ke toko tersebut untuk membeli selimut. Ia meminta selimut dengan harga paling murah karena total uang yang dimilikinya hanya pas-pasan. Bahkan dibilang cukup ternyata tidak bisa. Mengetahui hal tersebut, pemilik toko tetap memberikan pelayanan terbaik sekaligus mulai mencari selimut untuk kakek tua renta tadi. Siapa sangka pemilik toko memberikan se...

Kisah Inspiratif—Syekh Abdul Qadir Jailani

Gambar
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seorang ulama dan sufi yang terkenal di abad ke-12. Pada zaman itu .... Ketika Syekh Abdul Qadir Al-Jailani masih muda, ia tinggal di Baghdad dan belajar ilmu-ilmu Islam dari ulama-ulama terkemuka. Suatu hari, ia memutuskan untuk pergi ke pasar, membeli beberapa barang yang dibutuhkan. Saat ia berjalan di pasar, ia melihat seorang wanita tua yang sedang menangis. Ia mendekati wanita itu dan bertanya apa yang terjadi. Wanita itu menjelaskan, ia telah kehilangan uangnya, dan tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan pada anak-anaknya. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani merasa kasihan dengan wanita itu dan memutuskan untuk membantunya. Ia memberikan semua uang yang ia bawa untuk membeli makanan dan barang-barang lain yang dibutuhkan oleh wanita itu. Namun, ketika Syekh Abdul Qadir Al-Jailani kembali ke rumahnya, ia menyadari bahwa ia tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan pada dirinya sendiri. Ia tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk berpuasa dan...

Kisah Inspiratif—Indahnya Sedekah

Gambar
Pada zaman Al-Izzu bin Abdus Salam yang dijuluki sebagai penghulu ulama di Damaskus, terjadi krisis ekonomi yang kritis, harga-harga melambung tinggi, sehingga kebun-kebun dijual dengan harga yang paling murah. Suatu saat, istrinya pernah memberikan perhiasan emas padanya seraya mengatakan, "Juallah ini, kemudian belikan kebun untuk kita bermusim panas ke sana." Beliau mengambil emas itu lalu menjualnya dan menyedekahkan hasil jual emas tersebut. Ketika pulang, sang istri berkata pada suaminya, "Sayangku, sudahkah engkau membelikan kebun untuk kita berlibur musim panas nanti?" Suaminya menjawab, "Ya, sudah, tapi sebuah kebun di surga. Aku mendapati warga dalam keadaan ekonomi sulit, aku sedekahkan pada mereka." Mendengar itu, istrinya mengatakan, "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan pula." Sumber: Thobaqot Syafi'iyah, 214 Ibrah! 1. Bersedekah terutama saat krisis ekonomi. 2. Kepentingan umum lebih didahulukan daripada kepentingan pribadi....

Kisah Inspiratif—Freedom

Gambar
Sesekali di penghujung Ramadhan ketika dunia sibuk berburu diskon baju baru, menyiapkan hidangan istimewa, juga merekam vidio velovity , lihatlah ke Palestina. Di sana, lailatul qadr bukan hanya dikejar dalam sujud panjang, tetapi juga dalam derita panjang. Takbir kemenangan bercampur dentuman bom, dan pagi Syawal tiba bukan dengan gema takbir yang syahdu, melainkan dengan reruntuhan dan tangisan. Sesekali, seperti Khalid bin Walid yang tak gentar menghadapi rombongan pasukan Romawi, belajarlah dari para pemuda dan anak-anak Gaza. Mereka bertelanjang dada menghadang tank, berseragam luka dan bara semangat, berteriak takbir meski dunia menutup telinga. Mereka bukan hanya bertahan, mereka menyerang kejumudan hati dunia yang telah lama beku. Sesekali, renungkanlah nasib Al-Aqsha sebagaimana Umar bin Khattab yang menginjakkan kaki di sana dengan kehormatan. Ia menolak berjalan di atas kemewahan, memilih kebersahajaan, karena ia tahu bahwa tempat suci itu hanya akan dibebaskan oleh mereka ...

Kisah Inspiratif—Sumayyah

Gambar
Di bawah langit Mekah yang membara, tanah yang lebih panas dari api, tubuh seorang wanita tua terbaring tak berdaya. Tangannya terikat erat, dan wajahnya penuh luka. Nafasnya tersengal, tapi matanya tetap memancarkan cahaya keyakinan. la adalah Sumayyah binti Khayyat, seorang wanita yang tak memiliki harta, tak memiliki kekuatan di dunia ini, tapi memiliki sesuatu yang lebih berharga dari segalanya: keimanan pada Allah swt. Karena itulah ia disiksa tanpa ampun. Tubuhnya ditelanjangi dari kehormatan, dipaksa berbaring di atas pasir yang membakar. Abu Jahal dan orang-orang Quraisy berdiri di sekelilingnya, tertawa mengejek. Mereka ingin mendengar satu hal darinya: pengingkaran kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi bibirnya tetap terkunci. Seorang algojo mencambuknya. Sekali. Dua kali. Puluhan kali. Kulitnya robek. Darahnya mengalir. Tapi Sumayyah hanya menggigit bibir, menahan sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Tak cukup dengan itu, mereka menusuknya dengan duri, menjejalkan pasir ke mu...

Kisah Inspiratif—Syekh Jalaluddin Ar-Rumi

Gambar
Suatu malam, Jalaluddin Ar-Rumi mengundang Gurunya, Syekh Syamsuddin Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Rumi. Setelah semua hidangan makan malam siap. Syams berkata pada Rumi, “Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku (sebuah arak, semacam minuman yang memabukkan)?" Rumi kaget mendengarnya, “Memangnya Guru juga minum?" “Iya,” jawab Syams. Rumi masih terkejut, ”Maaf, saya tidak mengetahui hal ini." “Sekarang kau sudah tahu, maka sediakanlah.” “Di malam seperti ini? Dari mana aku bisa mendapatkan arak?” “Perintahkan saja salah satu pembantumu untuk membelinya.” “Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang.” “Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman arak tersebut.” “Seluruh kota akan mengenalku, bagaimana bisa aku keluar membeli minuman itu?” “Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang kuinginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan ...

Kisah Inspiratif—Kebaikanmu akan Menundukkan Kejahatan Lawanmu

Gambar
Kisah ini bercerita tentang seorang kakek tua, pemilik pohon pepaya dengan seorang pemuda pencuri. Pada hari itu, ada kakek tua yang sudah memiliki pohon pepaya dengan kondisi berbuah matang. Pohon pepaya tersebut dirawat dari kecil hingga bertumbuh dan menghasilkan buah. Akan tetapi, buah yang dihasilkan dari pohon pepaya itu sangat sedikit. Posisi pohonnya terletak dekat pagar yang bersebelahan dengan jalan raya. Keesokan harinya, sang kakek berniat untuk memetik buah pepaya yang selama ini ia rawat. Namun siapa sangka ketika sampai ternyata buah pepaya tersebut sudah hilang beberapa biji. Seketika sang kakek kembali ke dalam rumah, dan terlihat murung. Sang istri yang melihat keadaan tersebut merasa heran hanya karena buah pepaya yang tak seberapa harganya bisa sekecewa itu. Namun yang dipikirkan kakek berbeda dengan yang dipikirkan oleh sang istri. Ia memikirkan begitu kasihan terhadap seorang pencuri harus menunggu sampai tengah malam sekaligus penuh usaha hanya untuk mendapatkan ...

Kisah Inpiratif—Uhud II

Gambar
Wahsyi bin Harb, seorang budak asal Habasyah (Etopia) yang bekerja untuk Hindun binti Utbah, istri Abu Sufyan. Hindun menjanjikan kebebasan pada Wahsyi jika ia berhasil membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah saw. sebagai balas dendam atas kematian ayahnya dalam perang Badar. Pada perang Uhud, dengan keterampilannya melempar tombak, Wahsyi berhasil dan membuat Hamzah syahid. Tindakan ini dilakukan murni untuk kebebasannya, tanpa motivasi pribadi terhadap Hamzah. Ketika Wahsyi masuk Islam, Rasulullah saw. menerimanya. Namun, karena ingatan tentang Hamzah menyakitkan bagi beliau, Rasulullah saw. meminta Wahsyi agar tidak menampakkan diri di depan beliau, tidak ingin mengingatkannya pada peristiwa tersebut. Dalam beberapa riwayat, Wahsyi sering mengamati Rasulullah dari kejauhan, berusaha tetap melihat beliau meskipun tidak langsung berada di hadapan beliau. Perasaan Wahsyi yang terombang-ambing antara rasa bersalahnya yang mendalam dan kecintaannya kepada Rasulullah membuatn...

Kisah Inspiratif—Uhud I

Gambar
Saat itu, Mekah menjadi pusat pertentangan antara kaum Muslimin dan kaum musyrikin Quraisy yang menentang ajaran Islam. Perang Uhud pun pecah sebagai bentuk balas dendam kaum Quraisy atas kekalahan mereka sebelumnya dalam Perang Badar. Pasukan Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan berangkat menuju Uhud dengan membawa 3.000 tentara serta beberapa wanita pelayan. Sementara itu, pasukan Muslim terdiri dari 1.000 orang yang merupakan gabungan dari penduduk Mekah juga Madinah. Namun, di tengah perjalanan menuju Gunung Uhud, Abdullah bin Ubay yang merupakan salah seorang pemimpin bani terbesar Quraisy memilih untuk membelot. Ia membawa serta 300 pasukan Muslimin sehingga pasukan yang tersisa bersama Rasulullah saw. hanya berjumlah 700 orang. Rasulullah saw. menerima sebuah mimpi terkait perang Uhud dan menceritakannya pada para sahabatnya. Beliau bermimpi mengayunkan pedangnya, tapi tiba-tiba bagian depannya patah, yang ditafsirkannya sebagai tanda kaum Muslimin akan mengalami kekalahan dala...

Kisah Inspiratif—Baju Baru

Gambar
Riwayat yang sungguh memilukan ini dinarasikan oleh Ibnu Syahr Asyub dari Ar-Ridha dan dinukil oleh An-Naisaburi dalam karangannya kitab Al-'Amali: Saat hari raya tinggal menghitung hari, Hasan dan Husein bersedih karena mereka belum memiliki pakaian baru menjelang hari raya. Rumah tangga Sayyidah Fatimah ra. dan Ali bin Abi Thalib ra. tidak seperti sahabat-sahabat yang lain. Mereka termasuk barisan keluarga yang miskin kala itu, sekalipun mereka keluarga Rasulullah saw.  Kesedihan Hasan dan Husein bertambah ketika melihat teman-teman seusia mereka di seluruh penjuru Madinah sudah memiliki pakaian baru untuk menyambut hari raya.  Mereka pun tak tahan lagi untuk menahan kesedihannya hingga akhirnya mereka memberanikan diri untuk bertanya, "Wahai Ibu, anak-anak di Madinah telah dihiasi dengan pakaian lebaran, kecuali kami. Mengapa Ibu tidak menghiasi kami?" "Baju kalian masih di tukang jahit," jawab Fatimah sekenanya. Malam hari raya pun tiba, sementara pakaian ba...

Kisah Inspiratif—Sesosok Ibu Terhadap Tokoh Muslim Dunia

Gambar
Dari balik nama-nama besar ulama dengan keilmuan yang luar biasa, terdapat sesosok ibu yang luar biasa dengan cinta, doa, dan pengorbanannya. Mereka membimbing dan menanamkan nilai-nilai Islam, melahirkan generasi ulama yang mewariskan ilmu dan kebaikan bagi umat sepanjang zaman. Inilah 4 kisah teladan singkat dari para ibunda sebagai sosok yang dapat mengubah wajah tokoh ilmuwan Muslim yang paling populer di dunia. 1. Imam Syafi'i Ketika dia di Mekah di bawah asuhan ibunya, Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i kecil menghafal Al-Qur'an di usia tujuh tahun. Kemudian, sang ibu mengirimkannya ke pedesaan untuk mempelajari bahasa Arab yang murni. Dengan demikian bahasa Arabnya semakin fasih dan terstruktur, hingga kelak beliau tumbuh menjadi seorang imam besar yang diikuti banyak umat di penjuru dunia. 2. Imam Malik bin Anas Sewaktu kecil, Ibunda Imam Malik menanamkan cinta kepada ilmu sejak dini. Ia memakaikannya pakaian terbaik kepada Imam Malik, lalu mengantarkannya ke Rabi'a...

Kisah Inspiratif—Peristiwa Rasul pada 17 Ramadan

Gambar
Salah satu kejadian paling penting di masa awal perkembangan Islam ialah perang Badar. Saat itu bertempur melawan kaum kafir Quraisy, sedang pasukan Islam lagi berpuasa Ramadhan. Kondisi lapar dan haus tidak menahan para sahabat untuk berperang dalam menegakkan panji Islam di awal masa kenabian. Perang Badar terjadi pada 13 Maret 624 M, atau hari ke-17 Ramadhan tahun 2 Hijriah. Perang ini berlangsung tepat pada 17 Ramadhan. Dilansir dari NU Online, Perang Badar ini jugalah terjadi pada tahun pertama umat Islam diwajibkan puasa Ramadhan. Perang Badar sebenarnya merupakan penyergapan pada kafilah pimpinan Abu Sufyan yang pulang dari ekspedisi dagang di Suriah. Penyergapan tersebut sangat urgensi karena menjadi simbol politis dari pengaruh Islam di tanah Arab. Dalam buku "Muhammad: Prophet for Our Time (2006)" yang ditulis Karen Amstrong bahwa Abu Sufyan kemudian mendengar kabar, kaum muslimin bermaksud menyerang kafilahnya. Karena itu, Abu Sufyan mengambil rute berbed...

Kisah Inspiratif—Soceng, Apa Lagi Ini?

Gambar
(1) Sebulan yang lalu, Aku mengantar istri tercinta ke sebuah gerai ATM langganan kami di Cinere untuk mengambil uang. Setiba di tempat tujuan, ia turun terlebih dahulu sementara aku memarkirkan mobil di tempat lain. Ketika aku menyusulnya masuk ke dalam gerai, kulihat istri tengah bercakap dengan dua orang lelaki yang tidak kukenal. Kuhampiri mereka diam-diam sembari mendengarkan percakapan itu. "Jadi begini, Bu," ujar salah seorang di antaranya, "aku mau transfer uang ke saudara-suadaraku di kampung, tapi kartu ATM-ku ketinggalan." "Aku cuma minta tolong Ibu untuk mentransfer dua juta ke nomor rekening ini, dan uangnya akan kuganti sekarang juga." Sambil menyerahkan secarik kertas berisi no. rekening yang dituju. "Ini sudah kupegang." Memegang segepok duit dalam amplop kuning. "Wah, maaf, aku tidak bisa membantu Anda," sahut istriku. "Kenapa, Bu?" tanya salah seorang di antara mereka dengan nada suara meninggi. "Ibu tid...

Sepotong Pesan Abah Guru Sekumpul untuk Para Dai: Utamakan Adab

Gambar
Kata Abah (H. Abdurrahman): "Dahulu alm. Guru Bakrie beelang ke rumah alm. Abah Guru Sekumpul (KH. Abdul Ghani) untuk meminta izin membacakan kitab di kampung karena diminta orang kampung." Guru Bakrie berucap, "Guru, orang kampung meminta ulun membacakan kitab, bolehkah?" "Bakrie, nyawa ada baisi gawian lain lah selain handak membacakan kitab di kampung? Mun kadada, bagawi gen dulu supaya kawa meongkosi gasan hidup. Mun sudah ada gawian, ayuja kuizinkan nyawa babacaan kitab di kampung. Ngalih kawa ikhlas hati tu mun malajari kitab tapi kadada gawian, karena hati masih mamikirkan amplop barian orang. Mun ada gawian kada papa lagi. Babacaan dibari orang kah kada kah sedikit kah banyak kah, kada jadi masalah. Karena ada gawian lain selain bebacaan," jawab Abah Guru Sekumpul. Setelah percakapan itu, Guru Bakrie tidak serta merta langsung membacakan kitab di kampung, tetapi bekerja terlebih dahulu. Tak lama sudah dapat pekerjaan, Abah Guru mengizinkannya. Kala...

Kisah Inspiratif–B.J. Habibie untuk Semua Kalangan, Terutama Kaum Muda nih!

Gambar
Ternyata , apa yang terjadi dalam hidup B.J. Habibie merupakan sebuah realita yang bisa menimpa siapa saja. Kita rehat sejenak untuk membaca dan renungkan kembali kisah beliau yang inspiratif berikut ini. Kehidupan B.J. Habibie kembali ke titik nol. Tidak ada yang dapat dibanggakan. Dulu bangga dengan segala jabatan, baik menjadi seorang direktur maupun bos dalam perusahaan besar. Ungkapan hati B.J. Habibie, mantan Presiden RI ke-3 terkait persoalan akhirat yang bikin merinding dalam pidatonya (8/1/2019). Saat Kematian itu Kian Mendekat. Kalau lah Sempat? Beliau berpesan: "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ta'ala dengan ilmu teknologi sehingga bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu, ilmu agama itu lebih bermanfaat bagi umat. Kalau saya disuruh memilih antara keduanya, maka saya akan memilih ilmu agama, berbuat baik dan berbagi rezeki pada orang banyak. Kini hidup saya sepi, istri saya sudah meninggal. Tangan saya menggigil karena lemah. Penyakit m...