Pesan 2 Da'i Untuk Kita di Dunia: Selamatkanlah Hatimu!
(1)
Di dalam salah satu majelis yang disampaikan oleh Hubabah Ummu Salim, istri Habib Umar bin Hafidz melalui tausiyahnya:
"Cinta terhadap dunia merupakan induk dari segala keburukan. Apabila ada salah seorang nang di dalam hatinya ada hasad (kedengkian), maka hasad itu bisa merusak keimanan, atau jika sifat sombong masuk dalam hati seseorang, maka itu akan mengalanginya agar mencium bau surga di akhirat nanti.
Jadi, jangan sampai hatimu juga kemasukan 'ujub (takjub atas dirimu), dan di dalam hatimu jangan masuk suatu keraguan terhadap Allah dalam urusan rezeki, serta kamu ragu terhadap surga dan neraka, dan apapun yang sudah Allah tentukan padamu.
Apabila ada penyakit hati yang masuk ke hati seseorang walaupun hanya salah satu penyakit hati, maka hatinya itu akan terpisah dari ketakwaan pada Allah. Hatinya menjadi hitam dan keras. Ciri-cirinya, tidak bisa menerima nasihat, dan hati pun jadi keras. Sebab, apabila hati dihiasi dengan ketakwaan anggota badan yang lain jadi baik, juga si pemilik hati yang bersih tidak mungkin hatinya dibiarkan untuk melakukan 'ghibah' dan menyakiti hati orang lain.
Kalau hatinya bagus, maka yang anggota lainnya juga akan bagus. Kalau kamu mentaati-Nya (takwa), maka kamu tidak akan memakan makanan yang haram dan makanan yang mengandung syubhat. Karena kalau memakan makanan seperti itu, maka anggota tubuhnya akan melakukan perkara yang mengandung dosa. Sehingga memakan makanan yang haram dan syubhat bisa membuat hatimu menjadi keras." (Diterjemahkan oleh Ustadzah Halimah Alyadrus)
(2)
Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz pernah menyampaikan pesannya dalam suatu majelis beliau:
"Ada seorang manusia yang mana amalannya seperti setinggi gunung di dunia, tetapi umpama debu yang beterbabangan di akhirat. Olehnya karena hatinya.
Kedengkian sesama Muslim itu adalah penyakit, dan jadilah kamu seorang da'i, yaitu yang mengajak, dan bukannya sebagai seorang qadi, yang yang menghukum orang lain. Semua wali Allah itu diangkat derajatnya karena hatinya yang bersih, tidak sombong, dengki, dan selalu merendah diri.
Sebagai tanda jika Allah ingin menutupi semua kejahatanmu di dunia, maka Allah akan menjadikan dirimu senang menutupi aib orang lain. Juga ketika Allah ingin membuka aibmu, maka Allah menjadikan dirimu pula suka mencari-cari aib atau kekurangan dalam diri orang lain.
Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang merendah diri pada-Nya, dan tidak suka mencari-cari aib-aib orang lain."
Semoga kita dihindarkan sifat-sifat seperti itu selama di dunia, terutama di bulan Ramadhan ini. Aamiin

Komentar
Posting Komentar