Catat! Begini Sikap Ustadzah Halimah Alaydrus Terhadap Anak Muda Zaman Sekarang



Ustadzah Halimah Alaydrus pernah berkata di suatu majelis:

"Rasa di hatimu itu tidak pernah bohong. Jangan sampai selama ini, kamu hanya belajar untuk mencintai uang. Jangan sampai selama hidupmu ini, hatimu cuma mengertinya belajar mencintai bangunan yang bagus, makanan yang enak, baju yang cakep, HP yang paling terkini. Jangan sampai hati kamu, belajar cuma tahu harga mobilnya yang paling mahal, tahu harga sepeda motornya yang paling mahal. Jangan sampai juga hati kamu cuma belajar buat cinta sama manusia, orang-orang biasa, yang cintanya bisa jadi membawa penyesalan bagimu kelak di akhirat nanti.

Cinta itu cuma segitu-gitunya kepada siapa kamu berikan cinta, maka akan berkurang cinta kepada yang lainnya. Kalau kamu berikan cintamu kepada sesuatu, maka akan berkurang pula cintamu kepada yang lainnya. Kamu berikan cintamu kepada seseorang, maka akan berkurang pulalah cintamu kepada yang lainnya. 

Saya pernah ditanya, "Ustadzah, apa yang membuat kita kesulitan agar merasa cinta yang besar kepada Nabi Muhammad saw.?" Saya jawab, "Wallahu a'lam, tapi sepengalaman saya, rasa cinta kepada yang lain menghalangi kita untuk mencintai dengan utuh kepada Nabi Muhammad, dan yang sering adalah cinta kita kepada diri kita sendiri."

Kalau kamu sangat cinta terhadap diri sendiri:
  • akan tersinggung kalau ada orang yang menjelek-jelekkanmu.
  • akan marah kalau ada orang yang menurunkan derajat, merasa diri yang paling-paling, menjadi "si paling" padamu.
Inilah penyakit kita, rasa cinta yang berlebihan terhadap diri sendiri.

Diri sendiri harus disayangi, pun harus dicintai, betul? Tapi, mencintai berlebihan itu yang seringkali menghalangi kita untuk mencintai dengan utuh kepada Rasulullah saw. Padahal, cintanya Nabi Muhammad itu adalah cinta manusia yang paling menyelamatkan. Mengapa demikian? Beliau saw. itu jaminannya jelas dari Allah,
يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ
Di akhirat nanti, Allah tidak akan pernah susahkan Nabi Muhammad saw. Di akhirat nanti, Allah tidak akan pernah kecewakan Nabi Muhammad. Di akhirat nanti, Allah tidak akan bikin sedih Nabi Muhammad.

Maksud ayat di atas: "Sudah pasti Allah bersama Nabi Muhammad bakal dimuliakan semulia-mulianya, dienakkan seenak-enaknya, disenangkan sesenang-senangnya, tidak akan pernah dikecewakan Nabi Muhammad dalam segala huru hara saat hari kiamat, apapun itu bentuknya. Dapat jaminan juga bagi orang-orang beriman yang bersama dengan Nabi Muhammad." Sebagaimana dalam QS. At-Tahrim ayat 8.

Iman saja tidak cukup harus bersama dengan Nabi Muhammad. Ibadah saja tidak cukup harus bersama dengan Nabi Muhammad. Ilmu saja tidak cukup harus bersama dengan Nabi Muhammad. Akhlak saja tidak cukup harus bersama dengan Nabi Muhammad. Kamu mau mengikuti sunnah Nabi Muhammad sampai seapa, tapi kamu tidak punya kebersamaan dengan Nabi Muhammad, tidak ada artinya.

Harus bersama dengan Nabi Muhammad. Bagaimana caranya bersama dengan Nabi Muhammad? Kata Nabi saw., "Barang siapa yang mencintaiku, kelak bersama denganku di Surga." Sebab seseorang hanya akan bersama dengan yang dia cinta. Maka untuk bersama dengan Nabi Muhammad, kamu perlu cinta.

Saya sering dengar, "Untuk pecinta-pecinta sejati, Nabi Muhammad bahkan hadir saat sakaratul maut, dan menjemput mereka." Jika demikian keadaannya, maka saya sampaikan kepadamu, "Cinta kepada Nabi Muhammad tak akan pernah sia-sia, ia akan menyelamatkanmu, ia akan membahagiakanmu, dan ia membuatmu hidup dalam keadaan mulia."

Belajar agar cinta terhadap Nabi Muhammad 'sangatlah besar'. Sebab itulah rasa yang dapat menyelamatkan untukmu saat di dunia, sakaratul maut, maupun masa sesudah kematian. Cinta kepada Nabi Muhammad adalah rasa yang menyelamatkanmu; saat kamu berada di Mahsyar; ketika amalmu ditimbang; ketika perbuatanmu dimintai pertanggungjawaban; ketika kamu digiring; ketika kamu melewati jembatan; bahkan ketika ditanyakan, 'Apakah surga atau neraka sebagai tempat kembalimu?'."

Dengan demikian, untuk anak muda zaman sekarang, kembalikan lah jiwa, raga, pikiran, hati, serta rasa cinta di dunia ini lagi-lagi ke hadirat-Nya. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Inspiratif–B.J. Habibie untuk Semua Kalangan, Terutama Kaum Muda nih!

Inilah Profilku: The Writer & Explorer

Bagaimana sih Membuat Kalimat Efektif? Inilah Jawabannya

Sepotong Pesan Abah Guru Sekumpul untuk Para Dai: Utamakan Adab

Astronomi itu Bahas Apa? Cek Selengkapnya