Bagaimana sih Membuat Kalimat Efektif? Inilah Jawabannya
Bagi yang belum tahu, kalimat efektif adalah susunan kata yang mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar.
Adapun syarat menjadi kalimat efektif:
- Sesuai EYD, berarti kalimat tersebut harus menggunakan ejaan atau tanda baca yang tepat, dan kata baku. Misal, ibu pergi ke apotik.
- Sistematis, artinya punya urutan yang sesuai kaidah bahasa Indonesia, sebagaimana pada SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan). Keterangan tersebut bisa menandakan waktu, tempat, dan suasana.
- Tidak boros, maksudnya tidak mengulang-ngulang kata yang dibuat.
- Tidak ambigu, dalam artian kalimat yang dibuat bisa langsung menuju satu makna dan tidak multitafsir.
Sedangkan ciri-ciri kalimat efektif:
- Kesepadanan struktur: a. Pastikan kalimat yang dibuat minimal terdiri dari dua klausa, yaitu subjek dan predikat; b. Jangan taruh kata depan di depan subjek, contohnya: Semua siswa diharapkan hadir tepat waktu (efektif); c. Tidak bersubjek ganda atau gabungan subjek yang sama, misal: Ibu sakit karena lupa makan.
- Kehematan kata: a. Kata jamak, seperti: Siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian; b. Kata sinonim, contoh: Aku masuk kelas.
- Kesejajaran bentuk, maksudnya hal ini menyangkut soal imbuhan yang digunakan dalam satu kalimat. Contoh: Hal yang harus diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan mengolahnya (semua imbuhan me-), bukan seperti ini: Hal yang harus diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan pengolahannya (tidak seragam karena ada imbuhan pe-).
- Kelogisan kalimat, yang mana ini lebih ke syarat yang tidak ambigu. Contohnya yang sering terjadi: Kepada Bapak Kepsek, waktu dan tempat kami persilakan (tidak tepat). Seharusnya: Bapak Kepsek dipersilakan menyampaikan pidatonya.
Seperti itulah cara membuat kalimat efektif yang baik dan benar. Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar