Bagaimana sih Membuat Kalimat Efektif? Inilah Jawabannya

Bagi yang belum tahu, kalimat efektif adalah susunan kata yang mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar.
Adapun syarat menjadi kalimat efektif:
  1. Sesuai EYD, berarti kalimat tersebut harus menggunakan ejaan atau tanda baca yang tepat, dan kata baku. Misal, ibu pergi ke apotik.
  2. Sistematis, artinya punya urutan yang sesuai kaidah bahasa Indonesia, sebagaimana pada SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan). Keterangan tersebut bisa menandakan waktu, tempat, dan suasana.
  3. Tidak boros, maksudnya tidak mengulang-ngulang kata yang dibuat.
  4. Tidak ambigu, dalam artian kalimat yang dibuat bisa langsung menuju satu makna dan tidak multitafsir.
Sedangkan ciri-ciri kalimat efektif:
  1. Kesepadanan struktur: a. Pastikan kalimat yang dibuat minimal terdiri dari dua klausa, yaitu subjek dan predikat; b. Jangan taruh kata depan di depan subjek, contohnya: Semua siswa diharapkan hadir tepat waktu (efektif); c. Tidak bersubjek ganda atau gabungan subjek yang sama, misal: Ibu sakit karena lupa makan.
  2. Kehematan kata: a. Kata jamak, seperti: Siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian; b. Kata sinonim, contoh: Aku masuk kelas.
  3. Kesejajaran bentuk, maksudnya hal ini menyangkut soal imbuhan yang digunakan dalam satu kalimat. Contoh: Hal yang harus diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan mengolahnya (semua imbuhan me-), bukan seperti ini: Hal yang harus diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan pengolahannya (tidak seragam karena ada imbuhan pe-).
  4. Kelogisan kalimat, yang mana ini lebih ke syarat yang tidak ambigu. Contohnya yang sering terjadi: Kepada Bapak Kepsek, waktu dan tempat kami persilakan (tidak tepat). Seharusnya: Bapak Kepsek dipersilakan menyampaikan pidatonya.
Seperti itulah cara membuat kalimat efektif yang baik dan benar. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Inspiratif–B.J. Habibie untuk Semua Kalangan, Terutama Kaum Muda Nih!

Inilah Profilku: The Writer & Explorer

Sepotong Pesan Abah Guru Sekumpul untuk Para Dai: Utamakan Adab

Astronomi itu Bahas Apa? Cek Selengkapnya

Agama dan Depresi: Benarkah Saling Melengkapi?