Tanpa Kamu Sadari, Inilah 4 Hal Kecil Bikin Pahala Ibadahmu Ludes Seketika


Sering dijumpai sekarang jika bertemu orang, mereka berkoar-koar agar menjauhi yang dilarang agama, seperti memakan babi, meminum alkohol, tetapi tidak pernah menghargai orang lain; merendahkan orang lain; tidak mau menuntut ilmu; sombong; bahkan uang negara berujung raib entah ke mana. Istilahnya dalam hal ini "sok suci". Menghindari dosa besar, tapi dosa kecil dimakan semua. Rasulullah saw. bersabda:

"Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala salat, puasa, dan zakat, tetapi dia juga pernah mencaci maki orang lain, menuduh tanpa bukti, memakan harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka pahala kebaikannya diberikan kepada korban-korbannya. Jika pahalanya habis sebelum selesai bayar dosa, maka dosa korban-korbannya ditimpakan kepadanya, lalu dia dilempar ke neraka." (HR. Muslim no. 2581)

Ini salah satu hadits yang menyatakan, walaupun seseorang sangat beribadah tapi kelakuannya busuk, tetap saja percuma.

Sudah diperingatkan juga oleh sabda Rasulullah saw.,

"Berhati-hatilah terhadap dosa-dosa kecil. Karena dosa kecil itu bisa menumpuk hingga membinasakan pelakunya."

Dengan begitu, cobalah lihat diri sendiri terlebih dahulu, atau disebut introspeksi diri.

Adapun dosa-dosa kecil yang sebaiknya kalian ketahui dari sekarang, sebagai berikut.

1. Perkataan Ringan tapi Berdampak

a. Mengucapkan “ah” atau kesal kepada orang tua. Tentu ini sangat dilarang dalam QS. Al-Isra: 23, karena menunjukkan sikap tidak hormat.

b. Bercanda berlebihan yang merendahkan orang lain, bahkan bisa menyakiti hati orang lain. Ini sudah termasuk menghina sebagaimana QS. Al-Hujurat: 11.

c. Mengumpat atau berkata kasar. Rasulullah saw. bersabda, “Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, berkata keji, atau berkata kotor.” (HR. Tirmidzi)

d. Menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya. Ini sudah bagian dari dusta dan fitnah, yang bisa merugikan orang lain (QS. Al-Hujurat: 6).

e. Membuat janji palsu. Rasulullah menyebutnya sebagai salah satu tanda kemunafikan (HR. Bukhari & Muslim).

2. Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari

a. Menunda salat tanpa alasan mendesak. Hal ini sudah termasuk meremehkan ibadah, padahal salat adalah kewajiban utama dalam Islam (QS. Al-Ma'un: 4-5).

b. Tidak membalas salam. Tentu ini mengabaikan sunnah, dan bisa menunjukkan sikap sombong atau acuh (HR. Abu Dawud).

c. Lalai dalam menjaga kebersihan. Sebagaimana dalam sabdanya, "Kebersihan adalah bagian dari iman." (HR. Muslim)

d. Meremehkan permintaan maaf orang lain. Tentunya ini akan berakibat kebencian dan memutus silaturahim (HR. Bukhari).

3. Interaksi Sosial yang Terabaikan

a. Tidak berterima kasih setelah dibantu. Rasulullah bersabda, “Barang siapa tidak berterima kasih pada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud)

b. Mendahului antrian tanpa izin. Ini termasuk mengambil hak orang lain secara tidak adil.

c. Membicarakan kebaikan diri sendiri berlebihan (riya’), bisa menumbuhkan kesombongan yang dilarang dalam Islam (QS. Luqman: 18).

d. Menatap orang dengan tatapan merendahkan. Rasulullah saw. melarang kesombongan, termasuk dalam bentuk ekspresi wajah (HR. Muslim).

4. Hal-hal Kecil dalam Akhlak dan Ibadah

a. Mengabaikan bacaan doa harian. Doa adalah salah satu bentuk zikir, dan melupakannya bisa menjauhkan dari keberkahan.

b. Salat terburu-buru, dan tanpa tumakninah. Rasulullah saw. menegur orang yang salat dengan tergesa-gesa, menyuruhnya mengulang karena salatnya dianggap tidak sah (HR. Bukhari & Muslim).

c. Menunda atau lupa bayar utang meskipun kecil. Rasulullah bersabda, “Ruh seorang mukmin tergantung dengan utangnya sampai utangnya dilunasi.” (HR. Tirmidzi)

d. Mencaci maki. Ajaran Islam sangat mengajarkan kelembutan dalam berbicara, tidak merendahkan semua makhluk-Nya, termasuk pada manusia (QS. Al-Ahzab: 70).

Wallahu a'lamu bishawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Inspiratif–B.J. Habibie untuk Semua Kalangan, Terutama Kaum Muda nih!

Inilah Profilku: The Writer & Explorer

Bagaimana sih Membuat Kalimat Efektif? Inilah Jawabannya

Sepotong Pesan Abah Guru Sekumpul untuk Para Dai: Utamakan Adab

Astronomi itu Bahas Apa? Cek Selengkapnya