Kisah Ispiratif—Harta Karun


Dulu, ada seseorang yang bernama Qarun, yang hidupnya serba pas-pasan, bisa dibilang sangat miskin. Qarun adalah sepupu dari Nabi Musa as. Anak dari paman Musa, bernama Yahsar. Saudara dari Imran ayah Musa. Qarun tinggal bersama anak dan istrinya yang selalu serba kekurangan, bahkan kadang kala mereka kelaparan karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

Suatu hari, Musa berkunjung ke rumah Qarun untuk menanyakan kabarnya. Qarun menceritakan semua kehidupan sehari-hari yang selalu serba kekurangan, bahkan hanya untuk makan saja kadang tidak ada. Qarun meminta pada Musa agar berdoa kepada Allah agar ia diberi rezeki. Karena merasa iba, Musa berdoa pada Allah agar Qarun diberi rezeki.

Dengan izin Allah, doa Musa diterima, dan Qarun perlahan berubah menjadi kaya raya. Setelah mempelajari ilmu mengolah emas.

Namun, setelah Qarun dikaruniai banyak harta, ia malah balik menjadi sosok yang sombong. Qarun beranggapan kalau harta yang dia punya adalah hasil dari kerja kerasnya.

Setiap hari, Qarun selalu berkeliling kota untuk memamerkan hartanya. Mulai dari baju jubah-jubah mewah yang sangat mahal, banyak kuda, tentara pribadi, istana, dan masih banyak lagi harta yang Allah berikan kepadanya.

Suatu hari, Allah memerintahkan Musa untuk melakukan zakat. Kemudian Nabi mengutus salah satu dari pengikutnya untuk meminta zakat kepada Qarun. Sesampainya utusan itu di hadapan Qarun, Qarun langsung marah. Dia mengatakan, hartanya ini berasal dari jerit payahnya. Kenapa harus diberikan pada orang lain, enak saja ia yang bersusah payah kerja untuk kaya, orang lain yang menikmati hasilnya, katanya pada utusan Musa.

Setelah mengatakan itu, datang lagi Musa menjumpai Qarun, sepupunya, Nabi mengatakan meminta Qarun agar bersedekah. Bagaimana pun harta kita ada sepeser hak untuk orang miskin. Namun Qarun semakin marah, ia mengatai Nabi dan berucap, hartanya ini dari hasil jerih payahnya, bukan dari Allah. Qarun juga mengatakan, akan memberi tahu semua orang bahwa Musa ingin mengambil hartanya.

Musa mengatakan, ia tidak ingin mengambilnya, ia hanya memperingati Qarun agar tidak terlalu sombong atas apa yang ia miliki sekarang. Allah bisa saja mengambil dengan gampang semua hartamu seperti Allah memberikan kepadamu harta yang berlimpah. Qarun sangat angkuh. Bukan mendengar nasehat dari Musa, ia malah mengusir Musa dari istananya.

Setelah sepeninggalan Musa, Allah kini memberikan azab pada Qarun. Tiba-tiba langit menjadi gelap, rumah Qarun berguncang, semua barang-barang mulai hancur satu per satu. Gempa bumi ini membuat Qarun takut, bukan menyelamatkan diri, Qarun masih sempat-sempatnya menyelamatkan harta yang ia simpan di sebuah ruangan.

Qarun masuk ke sana, namun belum sempat ia menyelamatkan hartanya, lantai di rumahnya terbelah menjadi dua, Qarun beserta harta-hartanya terkubur ditelan bumi.

Seperti yang disebutkan dalam QS. Al-Qashash ayat 81: "Maka, kami benamkan padanya (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka, tidak ada baginya satu golongan pun yang menolongnya selain Allah, dan ia termasuk golongan orang yang tidak dapat membela diri."

(Kisah dari QS. Al-Qashash: 76-83)

Wallahu a'lamu bishawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Inspiratif–B.J. Habibie untuk Semua Kalangan, Terutama Kaum Muda nih!

Inilah Profilku: The Writer & Explorer

Bagaimana sih Membuat Kalimat Efektif? Inilah Jawabannya

Sepotong Pesan Abah Guru Sekumpul untuk Para Dai: Utamakan Adab

Astronomi itu Bahas Apa? Cek Selengkapnya