Inilah Keutamaan Ramadan ke-17, Ada Peristiwa Nuzulul Qur'an lo!
Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa turunnya Al-Qur’an yang mana ia salah satu mukjizat terbesar sekaligus kitab suci dari Allah ta'ala kepada Rasulullah saw. sebagai petunjuk hidup bagi umat Islam.
Di malam dan hari tersebut, umat Islam berlomba-lomba untuk beramal saleh juga berbuat kebaikan yang terdapat di bulan Ramadhan yanh ke-17. Adapun keutamaan peristiwa turunnya Al-Qur’an ke permukaan bumi atau yang biasa disebut Nuzulul Qur'an, ialah:
1. Lebih baik dari 1000 bulan
Disebut lebih baik dari seribu bulan karena memiliki makna, amalan dan ibadah yang dilakukan pada malam Nuzulul Qur’an lebih baik dari amalan yang dilakukan selama seribu bulan. Hal ini didasarkan pada Firman Allah dalam Surah Al-Qadr ayat 3.
2. Diampuni segala dosa
Orang yang menghidupkan malam Nuzulul Qur’an akan mendapatkan ampunan dosa dari Allah hingga diibaratkan seperti bayi yang baru saja lahir ke dunia.
3. Sebagai malam penuh berkah
Malam Nuzulul Qur’an juga menjadi salah satu ajang perlombaan agar beramal kebaikan di malam yang penuh berkah. Sebagaimana yang didasarkan pada Firman Allah dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3. Selain itu, disebut malam penuh berkah karena Al-Qur’an diturunkan ke muka bumi dalam satu malam di bulan suci Ramadhan.
4. Diijabahkan doa yang dihajatkan
Pada malam itu, insya Allah segala doa akan terkabul. Maka, perbanyaklah berdoa. Meminta supaya mudah menghadapi hawa nafsu, melawan bisikan setan, semangat dari kemalasan diri agar beribadah.
Ramadhan ke-17 inilah pintu menuju 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah saw. pun semakin gencar saat itu untuk giat beramal kebaikan, menjauh dari tempat tidur, selalu beri'tikaf, dan lebih berfokus untuk beribadah.
Sedari awal, beliau saw. tidak menginginkan adanya gebyar persiapan lebaran; mencari-cari baju baru, jajanan; cari inilah itulah sampai lupa ibadah, maupun tarawih. "Kebanyakan orang masih saja tertipu". Benar-benar tertipu dengan hal itu.
Sepuluh terakhir dari Ramadhan adalah hari-hari perjuangan, bukanlah untuk bermalasan. Bisa jadi tanda 20 hari sebelumnya puasa dan ibadah yang diterima adalah dengan 10 hari perjuangan terakhir ini. Oleh karenanya, janganlah malas. Gunakanlah kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Bisa jadi hal ini tidak akan ditemukan lagi di bulan Ramadhan setelahnya.
Semoga bermanfaat.
Wallahu a'lamu bishawab
Komentar
Posting Komentar