Beginilah Cara Menyikapi Kedua Orangtua dari Pandangan Hadits
Sebagaimana dalam suatu riwayat:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مِنْ الْكَبَائِرِ أَنْ يَشْتُمَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ، قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَهَلْ يَشْتُمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ، قَالَ نَعَمْ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَشْتُمُ أَبَاهُ وَيَشْتُمُ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ
"Dari Abdullah bin Amr ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Termasuk Al-Kaba'ir (dosa-dosa besar), yakni bila seseorang mencela kedua orangtuanya." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, mungkinkah seseorang mencela kedua orangtuanya?" Baginda menjawab: "Ya, bila ia mencaci bapak seseorang, maka orang itu pun akan mencaci bapaknya. Kemudian bila ia mencaci ibu seseorang, lalu orang itu pun akan membalas mencaci ibunya." (HR. At-Tirmidzi no. 1824, hasan shahih)
Hadits di atas menunjukkan:
1. Menghormati kedua orangtua adalah suatu kewajiban yang sangat besar dalam Islam. Tidak hanya mengabaikan mereka, tetapi mencela dan menghina mereka termasuk salah satu dosa besar.
2. Apabila seseorang mencaci atau memaki ibu atau bapak orang lain, bermakna ia turut mencaci dan memaki ibu atau bapaknya sendiri.
3. Menghormati dan berbuat baik kepada kedua orangtua orang lain artinya kita menghormati dan mengasihi orangtua kita.
4. Kedua orangtua adalah orang yang paling berhak atas penghormatan anak-anak. Penghormatan ini tidak hanya dalam tindakan, tetapi juga dalam perkataan. Seorang anak harus menjaga tutur kata dan perilakunya terhadap mereka. Berbuat baik, berlemah lembut, dan hormatilah orangtua kita dan orang lain. Firman Allah swt. dalam QS. Al-Isra ayat 24:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
“Dan hendaklah kamu merendahkan diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): “Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil.”
5. Jika seseorang mencaci orangtua kita, kita diajarkan untuk tidak membalas dengan cara yang sama. Jangan sampai kemarahan kita menyebabkan kerusakan lebih besar dengan menghina orangtua orang lain. Sebaliknya, kita perlu berusaha untuk mendamaikan keadaan dengan hikmah dan tidak terbawa emosi negatif yang bisa merusak keharmonian.
Dengan begitu, sudah seharusnya kita selalu berbakti para kedua orangtua kita juga orangtua orang lain di manapun dan kapan pun kita tinggal saat ini.
Semoga dapat direnungi.
Komentar
Posting Komentar