Ringkasan Saat Puasa Ramadan: Kalian Wajib Tahu!
Agar mengingat kembali tentang fikih puasa saat datangnya bulan suci Ramadhan, lebih baiknya mengkaji ulang buat melaksanakannya. Apa sajakah itu? Inilah ringkasannya.
Syarat wajib puasa
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Sehat
5. Bermukim (tidak musafir)
6. Suci (termasuk dari haid dan nifas)
Syarat sah puasa
1. Islam
2. Berakal
3. Mumayyiz
4. Suci
5. Masuknya bulan Ramadhan
Rukun-rukun puasa
1. Niat;
2. Menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa, waktunya dimulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Perkara yang membatalkan puasa
1. Makan dan minum dengan sengaja;
2. Memasukkan benda ke dalam rongga yang terbuka dengan sengaja;
3. Muntah dengan sengaja;
4. Keluarnya darah haid & nifas;
5. Gila;
6. Murtad;
7. Keluar mani dengan sengaja;
8. Bersetubuh (bersenggama) pada siang hari.
Perkara sunnah ketika puasa
1. Segera berbuka puasa jika sudah waktunya;
2. Berbuka dengan kurma;
3. Baca doa;
4. Melambatkan bersahur;
5. Banyak membaca Al-Quran, zikir, salawat, dan berbuat amal kebajikan;
6. Senantiasa bersedekah;
7. Menjauhkan diri dari percakapan, perkara yang sia-sia, serta perbuatan yang tidak membawa manfaat;
8. Mandi junub lebih awal sebelum masuk waktu Subuh.
Makruh saat berpuasa (di siang hari)
1. Suntik;
2. Berbekam;
3. Berkumur-kumur;
4. Memasukkan air ke dalam rongga hidung secara berlebihan;
5. Mandi berlebihan;
6. Rasa makanan di ujung lidah.
Hal-hal yang menghilangkan pahala puasa
1. Berdusta;
2. Ghibah;
3. Adu domba;
4. Sumpah palsu;
5. Memandang seseorang dengan nafsu syahwat;
6. Mengeluarkan kata-kata keji, cacian, makian.
Golongan yang wajib qada puasa
1. Orang sakit yang ada harapan sembuh;
2. Orang yang musafir (bukan karena maksiat);
3. Orang yang kedatangan haid dan nifas;
4. Orang yang meninggalkan niat puasa;
5. Orang yang sengaja melakukan perkara yang dapat membatalkan puasa;
6. Orang yang naik pitam atau mabuk;
7. Orang yang sangat lapar dan dahaga.
Golongan yang dikenakan membayar fidyah
1. Mereka yang tidak dapat mengqada puasa hingga masuk Ramadhan kedua kalinya:
-Fidyahnya 1½ liter beras untuk setiap hari yang ditinggalkan di samping mengqada puasa bagi setahun tertinggal.
-Kalau tidak mengqada hingga melampaui 2 tahun, maka dikenakan 3 liter tetapi puasa tetap juga 1 hari (tiada tambahan).
2. Orang sakit yang tiada harapan sembuh;
3. Orang yang terlalu tua dan tidak berdaya berpuasa;
4. Orang yang ada qada puasa tetapi meninggal dunia sebelum sempat, fidyahnya dibuat oleh kerabat si mati atau diambil dari harta pusakanya;
5. Perempuan yang mengandung atau yang menyusui.
Anaknya perlu mengqada puasa dan membayar fidyah 1½ liter beras bagi setiap hari yang ditinggalkan sekiranya dia meninggalkan puasa karena anaknya, tetapi sekiranya dia takut memudharatkan dirinya, dia hanya wajib mengqada puasa.
Kafarat bersetubuh ketika berpuasa Ramadhan
Orang yang bersetubuh pada siang hari, maka kedua pasangan suami istri tersebut mengqada puasa bersamaan dengan si suami wajib membayar kafarat (denda) seperti:
1. Memerdekakan seorang hamba sahaya mukmin
(sekiranya tidak mampu);
2. Berpuasa 2 bulan berturut-turut tanpa terputus (kalau tidak berdaya);
3. Memberi makan 60 orang fakir miskin.
Walau bagaimana pun, jika persetubuhan itu dilakukan karena lupa, jahil tentang haramnya/dipaksa, maka tidaklah wajib kafarat.
Tingkatan puasa
1. Puasa umum: Sekedar menahan makan, minum, dan keinginan berjimak.
2. Puasa khusus: Memelihara mata, telinga, lidah, tangan, dan kaki dari perbuatan dosa selain menahan diri dari makan, minum, dan bersenggama.
3. Puasa khusus al-khusus: Merangkumi puasa sebagaimana di atas dan disempurnakan pula dengan puasa hati dari semua keinginan zahir maupun batin.
Golongan yang dibenarkan meninggalkan puasa
1. Orang yang hilang daya upaya seperti sakit yang apabila berpuasa akan menambah keuzuran;
2. Musafir (orang yang bepergian jauh);
3. Orang yang terlalu tua dan amat lemah (lansia);
4. Perempuan hamil/menyusui anaknya yang apabila berpuasa bisa memudharatkan diri atau anak yang disusui.
Demikian tulisan ini dibuat. Semoga lancar berpuasa Ramadhan.
Wallahu a'lamu bishawab.
Sebagai bahan bacaan, klik di sini. pdf
Komentar
Posting Komentar