Pesan Penting Habib Umar bin Salim bin Hafidz: Syafaat Rasulullah adalah Salawat
Suatu waktu, Habib Umar bin Salim bin Hafidz berucap di satu majelis:
"Diriwayatkan oleh Abul Qosim Al-Bushairi dalam tafsirnya:
Ketiks seseorang ditimbang amalannya di yaumul mizan (hari pertimbangan) di hari kiamat, lebih banyak amal kejahatannya. Dia sudah berprasangka, "Oh, aku ini pasti binasa karena kejahatanku banyak."
Tiba-tiba saja datang seseorang mengeluarkan semacam kartu dan meletakkannya di timbangan kebaikannya. Kartu kecil tadi langsung membuat amal kebaikannya jauh berlipat ganda dan membuatnya berat.
Bertanyalah orang tersebut, "Siapakah engkau yang telah berbuat baik kepadaku di hari yang mana keluarga, suami lari dari istri, anak lari dari ayah, dan seterusnya, tetapi engkau mau datang berbuat baik kepadaku? Siapakah gerangan engkau?"
Dia berkata, "Aku adalah Nabimu 'Muhammad', dan kartu yang kuletakan tadi itu adalah salawatmu yang dahulu engkau bersalawat atasku. Sengaja kusimpan kartu tersebut pada diriku sampai kukeluarkan di saat - saat yang paling engkau memerlukannya."
~
Oleh karena itulah kita mendapati Ahlus Sunnah Wal Jama'ah pasti banyak berkumpul mengadakan majelis salawat atas baginda Nabi Muhammad saw. dalam majelis untuk membacakan semacam maulid, burdah, ataupun salawat lainnya.
*Pernyataan di atas diterjemahkan Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan.
Semoga bermanfaat bagi kita semua, baik di dunia maupun akhirat.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)
Komentar
Posting Komentar