Nisfu Sya'ban: Ungkapan Refleksi Diri Menjelang Ramadan
Setiap menjelang Ramadhan, daerah-daerah tertentu memiliki ritualnya masing-masing sebagai amalan yang dilakukan agar mendapatkan rahmat dan keridhaan yang semata-mata karena Allah ta'ala. Salah satunya berada di Kalimantan Selatan pada masyarakat Banjar punya khasnya yang begitu kental, ialah malam nisfu Sya'ban.
Malam nisfu Sya'ban, suatu waktu di mana catatan amal dan perbuatan seseorang selama satu tahun penuh yang lalu akan diangkat oleh para Malaikat ke langit. Pada malam inilah dengan harapan sebelum catatan itu dibawa mereka agar semua dosa dan kesalahan yang sudah diperbuat manusia diampuni oleh Allah swt.
Ada ulama yang menganjurkan untuk perbanyak amalan, di antaranya empat macam:
1. Perbanyak istigfar
2. Perbanyak salawat
3. Bersedekah kepada orang lain
4. Saling memaafkan antarsesama
Dengan mengamalkan 4 macam di atas, niscaya semua amalam itu lebih cepat diterima oleh Allah, mampu memadamkan kemurkaan-Nya, dan mendatangkan ampunan dari-Nya.
Malam nisfu Sya'ban juga sebagai malam penentuan kadar kehidupan seseorang yang akan datang. Maka, kita disuruh berdoa lebih banyak agar diberikan takdir kehidupan yang lebih baik dari Allah swt.
Selain halnya amalan yang telah disebutkan, ada amalan yang menjadi kebiasaan masyarakat Banjar sebagaimana tertulis dalam kitab Al-Imdad hal. 100 dari Abah Guru Sekumpul:
1. Membaca surah Yasin sebanyak 3 kali
2. Membaca doa nisfu Sya'ban
3. Melaksanakan salat sunah Hajat
4. Melaksanakan salat sunah Tasbih
5. Membaca tasbih Nabi Yunus as. sebanyak 2375 kali sehari semalam
Dengan adanya amalan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Banjar, diharapkan senantiasa selalu meminta segala ampunan, perlindungan, hajat di dunia juga akhirat hanya kepada sang Penerima Taubat kita, Allah subhaanahu wa ta'ala.
Wallahu a'lamu bishawab
Komentar
Posting Komentar