Makna Salat Hajat, Kasih Sayang & Kebaikan-Nya di Malam Nisfu Sya'ban
Salat Hajat
Mengapa sebagai seorang hamba melakukan salat sunah Hajat di malam nisfu Sya'ban? Sebab, salat ini menunjukkan sifat kehambaan diri pada seseorang, yang di mana diri hanyalah fakir (tidak bisa melakukan apapun & tidak 'memiliki' apapun). Oleh karenanya, seseorang perlu adanya Tuhan, berhajat hanya pada Allah ta'ala.
Dengan adanya itulah mengapa Abah Guru Sekumpul mengajarkan kita untuk melaksanakan salat Hajat agar kita mau belajar menjadi Hamba Allah, berhajat (meminta) hanya pada-Nya, bukan kepada makhluk-Nya.
Kasih sayang-Nya
Walaupun dosa yang kita lakukan sebanyak buih di sepanjang lautan, bahkan hingga tak terhitung jumlahnya. Segalanya dari zahir maupun batin kita penuh dengan dosa. Akan tetapi, Allah tetap mau mengampuni dosa kita, sebab Allah Maha Kasih Sayang dan Maha Pengampun dengan syarat harus mau mengakui kesalahan dan meminta ampun pada-Nya.
Hal inilah sebagaimana dalam doa Nabi Yunus as. sebanyak 2375 kali di malam nisfu Sya'ban itu, "Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."
لَا إلٰهَ إلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
Maha Kebaikan-Nya
Hanya Dialah yang Maha Kaya, Maha Kebaikan, Maha Penyayang. Meminta segala hajat hanya untuk beribadah pada-Mu pada malam nisfu Sya'ban.
Ada salah satu doa yang dianjurkan oleh ulama untuk mengamalkannya dalam nisfu Sya'ban. Doanya sebagai berikut:
اللّٰهُمَّ إنِّيْ أسْألُكَ أنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَضَبٍ إنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pada-Mu supaya memberiku rezeki yang halal, luas, baik, tanpa adanya kesusahan dan kesempitan, tanpa kelelahan dan memberatkan. Sesungguhnya hanya Engkaulah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu."
Wallahu a'lamu bishawab
Komentar
Posting Komentar