Kamu Sering Mengalami Insecure? Mungkin Ini Penyebabnya

Insecure, perasaan tidak percaya diri atau tidak ada kepastian dalam diri sendiri. Namun, ketika seseorang berurusan dengan insecure untuk jangka waktu yang lama bisa memberikan efek signifikan pada kehidupannya. Hal ini terkait dengan kondisi kesehatan mental seperti narsisme, kecemasan, paranoia, kepribadian adiktif atau ketergantungan.
Seseorang dengan tingkat insecure tinggi mungkin sering mengalami kurang percaya diri mengenai banyak aspek kehidupan. Mungkin sulit bagi orang tersebut untuk membentuk hubungan yang langgeng atau mengerjakan tugas sehari-hari, karena persepsi diri tentang ketidakberdayaan atau ketidakmampuan. Insecure sering menyebabkan pikiran negatif tentang kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan teman sebaya, mencapai tujuan, ataupun menemukan penerimaan dan dukungan. Kondisi yang sering menyertainya adalah kecemasan, perasaan takut, khawatir, keraguan diri. Dengan demikian, mereka mungkin merasa lebih mudah untuk menolak menghadapi situasi stres, merasa tidak cukup siap untuk menanganinya.

Ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab insecure, antara lain:
1. Kegagalan atau penolakan
Peristiwa yang baru saja terjadi dalam hidup dapat memengaruhi suasana hati dan cara seseorang merasa rendah tentang dirinya. Misalnya, kegagalan dan penolakan, dapat memberikan pukulan ganda pada kepercayaan diri. 

Penolakan pasti membuat seseorang melihat dirinya sendiri dan orang lain secara lebih negatif, setidaknya untuk sementara waktu. Terutama bagi orang yang memiliki harga diri rendah, biasanya lebih reaktif terhadap kegagalan. Hal ini dapat menyebabkan munculnya rasa insecure.

2. Kurang percaya diri karena kecemasan sosial
Banyak yang mungkin kurang percaya diri dalam situasi sosial seperti pesta, pertemuan keluarga, wawancara. Rasa takut mendapatkan evaluasi oleh orang lain (dianggap kurang) dapat membuat seseorang merasa cemas. Akibatnya, ia mungkin menghindari situasi sosial, mengalami kecemasan ketika mengantisipasi peristiwa sosial, atau merasa sadar diri dan tidak nyaman selama itu.

Pengalaman masa lalu juga dapat memberi rasa tidak memiliki, tidak merasa penting dan menarik, atau tidak cukup baik. Pengalaman yang berupa pengucilan dari sekelompok teman di sekolah, atau memiliki orangtua yang kritis dan sangat menekan.

3. Perfeksionisme
Beberapa orang mungkin memiliki standar sangat tinggi untuk semua yang ia lakukan. Seseorang mungkin menginginkan nilai tertinggi, pekerjaan terbaik, sosok yang sempurna, rumah yang indah, anak-anak yang rapi dan sopan, atau pasangan yang ideal. Pada akhirnya, sering kali perfeksionisme hanya akan menyebabkan munculnya rasa insecure.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
1. Sadari perasaan insecure
Pertama kalinya ialah penting untuk menyadari dan mengakui perasaan insecure yang dialami. Jangan menekan atau mengabaikan perasaan ini, tetapi hadapilah dengan jujur.

2. Cari akar penyebabnya
Selanjutnya, identifikasi hal-hal apa saja yang bisa memicu rasa insecure. Bisa jadi berkaitan dengan penampilan fisik, kemampuan profesional, hubungan interpersonal, atau hal lainnya. Mengetahui akar masalah dapat membantu dalam mengatasi kondisi tersebut dengan lebih efektif.

3. Latih pikiran positif
Coba berusaha ubah pikiran negatif dengan pikiran positif. Ketika merasa insecure, gantikan pikiran-pikiran seperti, “Saya tidak bisa melakukannya” dengan “Saya mungkin memerlukan waktu untuk belajar, tapi saya bisa melakukannya.”

4. Pahami setiap orang punya ketidaksempurnaan
Tanamkan dalam diri, semua orang memiliki kelemahan dan ketidaksempurnaan. Tidak ada yang sempurna, membandingkan dirimu dengan orang lain hanya akan membuat seseorang merasa lebih buruk.

5. Bangun kemampuan diri
Jika perasaan ini berkaitan dengan kemampuan tertentu, berusahalah agar memperbaiki keterampilan dan pengetahuan dalam area tersebut. Pendidikan dan latihan dapat membantumu merasa lebih percaya diri.

6. Tetapkan tujuan yang realistis
Jangan membandingkan diri dengan standar yang tidak realistis. Tetapkan tujuan yang dapat dicapai dan langkah-langkah kecil untuk mencapainya. Ketika dapat meraih kesuksesan dalam tujuan-tujuan tadi perasaan insecure dapat mereda.

7. Carilah dukungan
Bicaralah dengan teman dekat, anggota keluarga, atau bahkan seorang profesional jika perasaan insecure terus berlanjut. Berbicara dengan seseorang yang dapat dipercayai dapat memberikan perspektif yang berharga.

Begitulah penyebab serta cara mengatasi rasa insecuremu.

Semoga sehat kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Inspiratif–B.J. Habibie untuk Semua Kalangan, Terutama Kaum Muda nih!

Inilah Profilku: The Writer & Explorer

Bagaimana sih Membuat Kalimat Efektif? Inilah Jawabannya

Sepotong Pesan Abah Guru Sekumpul untuk Para Dai: Utamakan Adab

Astronomi itu Bahas Apa? Cek Selengkapnya