Inspirasi: Sumber Utama Karya Sastra? Begini Penjelasannya


Sebelum dibahas lebih lanjut, terlebih dahulu mengenal makna inspirasi tersebut. Menurut KBBI, inspirasi ialah ilham. Selain itu ialah sesuatu yang menggerakkan hati agar mencipta (mengarang syair dan lagu), atau bisa juga sebagai pikiran (angan-angan) yang timbul dari hati, bahkan bisikan hati.

Inspirasi, yang kemudian menggerakkan seseorang untuk menulis sebuah karya. Segala inspirasi berasal dari kehidupan seorang pengarang, baik dari dirinya atau di sekitarnya yang berasal dari dunia nyata, karena karya sastra adalah refleksi kehidupan. Maka, apa yang ditulis dalam dunia fiksi pasti dari dunia nyata.

Secara gamblang, dalam menentukan inspirasi menulis cerita, baik itu cerpen, novelet, novela, atau novel sekalipun, sebagai pengarang hanya menulis karena ingin memenuhi segala yang bisa dicerna dari:
• Indra dalam tubuh (lihat, dengar, cium, raba)
• Yang dirasakan
• Yang dipikirkan
• Yang diharapkan/diimpikan terhadap dunia sehingga tergerak untuk menulis sebuah cerita bagi orang lain.
 
Dalam proses menemukan inspirasi, seorang pengarang perlu memiliki jiwa yang peka (simpati, empati, dan peduli) dengan apa yang ada di sekitarnya, sehingga ia mudah memberikan sebuah respons yang kemudian bisa disalurkan ke dalam sebuah tulisan.

Adapun sumber-sumber inspirasi ini sebenarnya sudah ada sejak bersahabat dengan dunia literasi. Tinggal bagaimana cara mempergunakannya saja untuk menulis sebuah cerita.

1. Pangalaman
Sebagai manusia yang sosialis, bersosialisasi adalah bagian dari kehidupan, dan kehidupan bisa menjadi inspirasi untuk menuliskan sebuah kisah, baik mengenang atau jauh lebih dari itu, ingin memberikan pembelajaran bagi pembaca ke depannya agar lebih bijaksana dalam menyikapi kehidupan, atau jika di kemudian hari ia memiliki kemiripan hidup dengan yang pernah dialami oleh pengarang, maka dengan membaca cerita yang bersumber dari kisah/pengalaman penulis tersebut pembaca akan lebih tahu menyikapi keadaan.

Pengalaman ini bersifat internal dari penulis sendiri, misalnya hari perayaan, hari bahagia, suatu musibah, emosi saat mendapatkan tantangan hidup, ataupun harapan dan tujuan hidup.

2. Interaksi sosial
Interaksi sosial merujuk pada hubungan seseorang dengan orang lain, baik jatuh cinta, marah, rindu, atau benci. Semua itu bisa menjadi sumber inspirasi dalam menulis sebuah karya. Termasuk hubungan dengan keluarga, teman, orang asing, juga konflik atau kerjasama dalam komunitas yang pernah dilalui.

3. Alam sekitar
Dalam menulis, sumber inspirasi lainnya adalah alam itu sendiri. Alam dan manusia, dua hal yang tidak bisa dipisahkan, karena dalam sudut pandang orang-orang ekologi sastra, "Alam adalah ibu". Tanpa alam, manusia bukan apa-apa. Maka, alam sering menjadi inspirasi mereka, baik kerusakan alam, atau keindahannya.

4. Budaya dan adat istiadat
Budaya adalah ciri khas tersendiri yang selalu dijadikan latar yang sangat menarik dalam tulisan. Adat istiadat, meskipun dianggap sakral dalam menulis sebuah karya sastra, penulis pasti mengikutsertakan sebuah budaya masyarakat yang menjadi latar cerita. Mengapa? Karena kerealistisan sebuah budaya dalam kisah menjadi nilai plus dalam menulis sebuah karya. Ini bisa memberikan nilai tambah ilmu pengetahuan bagi pembaca terkait budaya masyarakat tertentu. Sumber inspirasinya bisa ritual, festival, kebiasaan masyarakat, ataupun cerita rakyat dan mitos yang diwariskan dari generasi ke generasi.

5. Isu sosial
Inspirasi ini sangat nyata bagi seorang penulis jika menjadikan kehidupan sehari-harinya sebagai sumber inspirasi, karena ini bagian dari makhluk sosial. Sumber-sumber inspirasi ini bisa dari kemiskinan, pendidikan, pekerjaan, juga kisah-kisah inspiratif tentang orang yang berjuang untuk perubahan.

6. Mimpi
Mimpi, sebagai harapan dari alam bawah sadar, dan setiap manusia memiliki mimpi. Ada yang pernah menulis cerita karena sebuah mimpi? Jika belum, maka mulailah menulis sebuah mimpi. Boleh jadi itu adalah harapan yang tidak bisa direalisasikan dalam kehidupan nyata, tetapi itu bisa menjadi harapan yang abadi dalam kata demi kata.

Kemudian, langkah-langkah menemukan inspirasi adalah sebagai berikut.
1. Selalu mengamati
2. Menulis diary (jurnal kehidupan)
3. Sering-sering bertanya 
4. Banyak membaca
5. Sering-sering merenung

Dengan demikian, semakin banyak menabung inspirasi (banyak membaca, peka, bertanya, dan mengamati) maka aset yang dimiliki dalam karya Anda akan semakin banyak, dan mudah menyampaikannya pada para pembaca.

Semoga terinspirasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Inspiratif–B.J. Habibie untuk Semua Kalangan, Terutama Kaum Muda nih!

Inilah Profilku: The Writer & Explorer

Bagaimana sih Membuat Kalimat Efektif? Inilah Jawabannya

Sepotong Pesan Abah Guru Sekumpul untuk Para Dai: Utamakan Adab

Astronomi itu Bahas Apa? Cek Selengkapnya