Apa Kamu Juga Mengalami Kleptomania? Kenali Gejalanya Sekarang
Kleptomania merupakan kondisi kambuhan di mana seseorang mengalami kesulitan menahan keinginan untuk mencuri barang yang umumnya tidak dibutuhkan, bernilai kecil, bahkan biasanya tidak terlalu berguna. Kleptomania juga gangguan kesehatan jiwa serius yang dapat menyebabkan luka batin mendalam bagi seseorang dan orang-orang terdekat jika tidak diobati.
Lalu, apa saja tanda-tanda dan gejala kleptomania? Gejalanya termasuk:
• Tidak mampu menahan keinginan yang kuat untuk mencuri barang yang tidak dibutuhkan.
• Merasa tertekan, cemas, atau terangsang yang mengakibatkan pencurian.
• Merasa senang atau puas saat mencuri.
• Merasa sangat bersalah, menyesal, membenci diri sendiri, malu, atau takut ditangkap setelah mencuri.
• Kembalinya keinginan untuk mencuri dan siklus kleptomania yang kambuh.
Apakah ada ciri-ciri agar mengenali orang yang menderita kleptomania? Jawabannya, orang yang pada umumnya menunjukkan karakteristik:
1. Berbeda dengan pencuri biasanya, pengidap kleptomania tidak terus-menerus mencuri untuk keuntungan pribadi, karena nekat atau memberontak.
2. Mereka mencuri hanya karena keinginan sangat kuat sehingga tidak sanggup menahannya.
3. Episode kleptomania umumnya muncul secara spontan, biasanya tanpa bantuan atau kerjasama dari orang lain.
4. Kebanyakan orang dengan kleptomania mencuri dari tempat umum, misalnya toko, supermarket. Beberapa mungkin mencuri dari teman atau kenalan, seperti di pesta pernikahan.
5. Sering kali, barang yang dicuri tidak berharga bagi pengidap kleptomania, dan orang tersebut sanggup membelinya. Barang curian biasanya disimpan, tidak pernah digunakan. Barang-barang mungkin juga disumbang, diberikan kepada keluarga atau teman, atau bahkan diam-diam dikembalikan ke tempat di mana mereka dicuri.
6. Keinginan mencuri mungkin datang dan pergi atau mungkin muncul dengan intensitas yang lebih besar atau lebih kecil sepanjang waktu.
Jadi, apa penyebab kleptomania? Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Beberapa teori yang menduga adanya perubahan di dalam otak mungkin merupakan akar kleptomania. Kondisi ini diperkirakan perilaku impulsif muncul akibat gangguan zat kimia di dalam otak, seperti menurunnya kadar serotonin atau hormon yang bertugas mengatur emosi, ketidakseimbangan sistem opioid otak yang mengakibatkan keinginan untuk mencuri tidak bisa ditahan, terjadi pelepasan dopamin, yang menjadikan pelaku merasa senang atas perbuatannya dan cenderung ketagihan.
Maka dari itu harus mengenal gejala-gejala mengidap kleptomania, sebagai berikut:
1. Tidak mampu menahan dorongan untuk mencuri
Penderita kleptomania selalu gagal menolak dorongan yang kuat untuk mencuri, meski barang yang dicuri adalah sesuatu yang tidak berharga dan dibutuhkan. Hal ini berbeda dari pencurian kriminal yang mencuri barang berharga dan bernilai tinggi.
2. Merasa puas setelah mencuri
Penderita umumnya merasa cemas dan tegang saat hendak melakukan pencurian, lalu timbul rasa senang dan puas setelah berhasil melakukan aksinya. Kemudian, muncul rasa bersalah, menyesal, malu, dan takut tertangkap. Namun demikian, mereka tetap tidak bisa menahan diri untuk mengulangi perbuatannya.
3. Terjadi secara spontan
Penderita kleptomania umumnya melakukan aksinya secara spontan dan seorang diri, berbeda dengan pencuri kriminal yang sering melibatkan orang lain, dan menyusun rencana sebelum mencuri. Barang yang dicuri juga jarang digunakan untuk dirinya sendiri. Penderita kleptomania umumnya membuang barang curian tersebut, atau memberikannya ke teman atau keluarga.
4. Dorongan untuk mencuri selalu kembali
Kleptomania bisa diibaratkan seperti penyakit kambuhan. Penderitanya mungkin sudah mendapatkan barang yang diinginkannya, tapi tidak menutup kemungkinan dorongan untuk mencuri itu akan kembali lagi di kemudian hari. Meski terkadang, dorongan tersebut datang dengan intensitas yang berbeda, bisa dalam tingkat yang lemah bahkan hingga sangat kuat dan sulit ditahan.
5. Tidak dilakukan karena ingin balas dendam
Pencurian yang mereka lakukan juga tidak berhubungan dengan respons terhadap delusi atau halusinasi. Bukan juga karena luapan kemarahan atau balas dendam. Melainkan hanya untuk menyalurkan hasrat yang timbul dari dalam dirinya.
Dengan demikian, apakah di antara kalian ada yang mengidap kleptomania? Ataukah ada teman kalian yang memiliki perilaku seperti gejala kleptomania?
Selamat mencari.
Komentar
Posting Komentar