Ternyata Ada 9 Setan Menurut Kitab Muraqil 'Ubudiyyah, Apa Saja Tugasnya?

Semua pasti tahu, sifat malaikat berbanding terbalik dengan sifat iblis maupun setan. Mereka merupakan ciptaan (makhluk) Allah yang karakternya menggoda, menghasut, menyimpang, memberikan jalan yang salah bagi umat manusia, bahkan mereka ingin mengajak pengikutnya ke dalam api neraka paling dalam. Na'udzubillah min dzalik.
Sebagian ulama mengatakan, iblis mempunyai sembilan anak. Masing-masing dari mereka mempunyai nama dan tugas. Apa saja nama-nama dan tugas mereka pada manusia? Berikut ulasannya.

1. Khinzib
Dialah yang bertugas menimbulkan rasa was-was ketika salat. Jika seseorang masih ragu-ragu apakah sah atau tidaknya ia saat salat, barangkali setan inilah pengganggunya.

2. Walhan
Dia bertugas menimbulkan rasa was-was dalam thaharah (bersuci). Setan ini yang membisikkan keraguan (juga kelupaan) saat menyucikan diri melalui wudu dan mandi atau saat menghilangkan najis.

3. Zalanbur
Ia bertugas di pasar untuk menggoda orang yang berjual beli hingga berbicara sia-sia, bersumpah bohong, memuji barang dagangan, mencurangi takaran dan timbangannya.

4. Al-A'war
Ialah setan zina yang meniup kemaluan laki dan perempuan untuk berbuat kemungkaran.

5. Wasnan
Dia adalah setan tidur yang memberatkan kepala dan kelopak mata hingga tidak bangun untuk mengerjakan salat dan amal ibadah lainnya, sedangkan ia hanya suka membangunkan orang untuk melakukan perbuatan buruk, seperti zina ataupun semacamnya.

6. Tabar
Ia disebut juga setan musibah, yang bertugas menggoda wanita untuk menjerit, menampar pipi, atau semacamnya.

7. Dasim
Bertugas menemani manusia ketika hendak makan atau memasuki rumah, tidur di atas tempat tidur, serta memakai baju yang dilipat dengan tidak menyebut asma Allah (misal basmalah). Ada yang mengatakan, ia adalah setan yang berusaha menimbulkan permusuhan dan pertikaian di antara suami-istri untuk memisahkan antara keduanya.

8. Mathun (ada yang mengatakan Masuth)
Memiliki tugas menyiarkan berita bohong (hoax) yang ditiupkan ke telinga manusia, sedangkan berita tersebut tidak ada sumbernya, atau cerita yang hanya dikarang-karang saja.

9. Al-Abyadh
Setan ini yang bertugas menggoda para nabi dan wali. Adapun para nabi, maka mereka selamat darinya. Sedang para wali, maka mereka memeranginya. Barang siapa yang disesatkan Allah, ia pun pasti tersesat.

Hal tersebut di atas disebutkan oleh Husain bin Sulaiman Ar-Rasyidi. (Lihat Muraqil 'Ubudiyyah, hal. 18)

Dengan demikian, sebagai manusia diharapkan tahu bagaimana mereka memancing para insan menjadi pengikutnya hingga sekarang. Semoga dapat membantu dalam menjalankan ketaatan, dan hanya memohon perlindungan pada Allah swt.

Wallahu a'lamu bishawab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Inspiratif–B.J. Habibie untuk Semua Kalangan, Terutama Kaum Muda nih!

Inilah Profilku: The Writer & Explorer

Bagaimana sih Membuat Kalimat Efektif? Inilah Jawabannya

Sepotong Pesan Abah Guru Sekumpul untuk Para Dai: Utamakan Adab

Astronomi itu Bahas Apa? Cek Selengkapnya